ππ§ββοΈβ¨ Kisah Puteri Duyung.
Pesan moralnya apa hayo?β£
“Jangan mengganggu pria yang sudah bertunangan.”β£
β£
Glodak! π
Oh, jadi begitu. Puteri Disney tak selalu benar ya? Apakah ini alasan Disney belum juga mengangkat kisah Mermaid jadi live action seperti Cinderella, Aladin dan film lain. Sempat ada kabar akan dibuat film dan sudah dapat pemeran wanitanya, tapi entahlah. Kisah puteri duyung ada beberapa versi, sih. Versi Disney, wanita lain yang jahat. Tapi versi lain … ahh, sudah lah. Tak perlu dibahas.β£
Kisah Puteri Duyung digambarkan dari sisi si puteri duyung. Jadi apapun yang dia lihat, pria yang sudah dia selamatkan justru bersama wanita lain. Puteri duyung tak tahu, pria pujaannya itu sudah ‘terikat’ dengan seorang wanita bangsawan. Meski begitu, puteri duyung masih berusaha menemui Sang Pangeran dengan merubah tubuh bagian bawah jadi berkaki seperti manusia.β£ Gitu doank? Tentu saja tidak. Puteri Duyung harus kehilangan aset suara merdunya sebagai bayaran demi memiliki kaki.
Singkat cerita, Sang Pangeran (tentu saja) menikahi wanita yang juga bangsawan itu. Sang Puteri sakit hati, duduk di atas batu di pinggir pantai, lalu meluruhkan tubuh dan jiwanya menyatu bersama air laut. Puteri Duyung berubah jadi buih-buih ombak lautan (alias mati). Sad ending. π§ββοΈ