pic cr: Warner Bros
On The Right Track
Tetap menjaga pagar supaya hawa gelap yang tak jera mendesak,
kelak kalah.
Tetap berdiri di tengah lapangan.
sesekali mengetuk pintu.
Ketika penat, istirahat lah!
Jangan lengah dan jalan lagi kemudian.
Salam …
dari aku yang masih di sini.
Berpeluh lembut di bumi zamrud yang pelanginya memucat.
December
Hey, December!
Where have you been?
I’ve been missing you so much.
Let’s meet tonight
on a Peacefull Hill in Dreamtopia.
I’ll wear the shawl you gave me a few years ago.
Let’s talk about our abandoned plan.
You promised me to beat the hell’s princes together.
Hey, December!
Come closer!
Let me whisper you something,
I love you… ❄💋💕
Escape to All The Bright Places
Bagaimana rasanya jadi orang yang dianggap aneh oleh orang lain? Merasa berbeda. Merasa sendiri meski di tengah keramaian. Bagaimana kalau Tuhan pertemukan kamu dengan seseorang yang juga ‘aneh’ dan kalian ternyata cocok, saling mengisi satu sama lain? Bersamanya, kamu merasa bebas jadi diri sendiri.
All The Bright Places. Satu novel pengoyak hati yang ceritanya diangkat menjadi sebuah film yang sudah tayang sejak 28 Februari 2020 di Netflix.
Theodore Finch, seorang pemuda yang terobsesi pada kematian dan tak henti mencari cara untuk bunuh diri.
Violet Markey, seorang gadis yang baru saja kehilangan kakaknya dalam sebuah kecelakaan. Kejadian itu rupanya membuat Violet jatuh dalam kesedihan yang amat dalam hingga membuatnya trauma.
Semua bermula ketika mereka bekerja sama untuk mengerjakan tugas sekolah. Hari berjalan dan terkuak hal-hal yang membuat mereka menyadari keunikan masing-masing. Bersama Violet, Finch bisa menjadi diri sendiri. Begitu pula dengan Violet yang merasa bisa menikmati hidup setelah bertemu Finch. Mereka bergetar di frekuensi yang sama.
Kinda ‘us against the world’ right?
Pesan Moral Kisah Puteri Duyung
🌊🧜♀️✨ Kisah Puteri Duyung.
Pesan moralnya apa hayo?
“Jangan mengganggu pria yang sudah bertunangan.”
Glodak! 😅 Oh, jadi begitu. Puteri Disney tak selalu benar ya? Apakah ini alasan Disney belum juga mengangkat kisah Mermaid jadi live action seperti Cinderella, Aladin dan film lain. Sempat ada kabar akan dibuat film dan sudah dapat pemeran wanitanya, tapi entahlah. Kisah puteri duyung ada beberapa versi, sih. Versi Disney, wanita lain yang jahat. Tapi versi lain … ahh, sudah lah. Tak perlu dibahas.
Kisah Puteri Duyung digambarkan dari sisi si puteri duyung. Jadi apapun yang dia lihat, pria yang sudah dia selamatkan justru bersama wanita lain. Puteri duyung tak tahu, pria pujaannya itu sudah ‘terikat’ dengan seorang wanita bangsawan. Meski begitu, puteri duyung masih berusaha menemui Sang Pangeran dengan merubah tubuh bagian bawah jadi berkaki seperti manusia. Gitu doank? Tentu saja tidak. Puteri Duyung harus kehilangan aset suara merdunya sebagai bayaran demi memiliki kaki.
Singkat cerita, Sang Pangeran (tentu saja) menikahi wanita yang juga bangsawan itu. Sang Puteri sakit hati, duduk di atas batu di pinggir pantai, lalu meluruhkan tubuh dan jiwanya menyatu bersama air laut. Puteri Duyung berubah jadi buih-buih ombak lautan (alias mati). Sad ending. 🧜♀️
Vampire in Harry Potter Universe
Just imagine how vampires look alike in J.K.Rowling’s universe. Would it be creepy with fangs or charming like The Cullens?
Boleh lah kita mundur ke beberapa tahun lalu ke masa-masa The Lord of The Ring dan Harry Potter. Bicara sedikit tentang elf, mengingat dan mengimajinasikan betapa jauhnya perbedaan elf di dunianya J.K.Rowling versus elf di dunianya J.R.R. Tolkien seperti di The Lord of The Ring dan The Hobbit. Bedanya jauh sekali. Seperti membayangkan Dobby dan Kreacher versus Legolas dan Galadriel. Padahal mereka sama-sama diambil dari mitologi kuno yang sama, elf. Tapi aku suka Dobby. Dia sangat baik!
Balik lagi. Vampire in J.K.Rowling’s universe? Memangnya ada? Ada! But, I have no idea about the physical appearance, pale white with fangs and pointed nose or what. It’s true that she wanted a vampire teacher in Hogwarts.
As she said on https://pottermore.com, “I found that on my very earliest list of staff, there was a subjectless vampire teacher I had forgotten, called ‘Trocar’. A Trocar is sharply pointed shaft inserted into arteries or cavities to extract bodily fluids, so I think it a rather good name for a vampire. Evidently I did not think much of him as a character, though, because he disappears fairly early on in my notes.”
Unfortunately …
Sejarah Singkat Berdirinya The Walt Disney Company

🏰 Lahir pada tanggal 5 Desember 1901, pendiri The Walt Disney Company yang bernama lengkap Walter Elias Disney ini mulai mengembangkan minatnya di seni lukis pada usia 4 tahun. Kisahnya bermula saat tetangganya, Sherwood, yang merupakan seorang dokter membayarnya untuk menggambar kuda peliharaannya. Pada tahun 1917, Disney remaja yang pernah belajar di McKinley High School dan Chicago Art Institute jadi kartunis untuk koran sekolahnya. Karyanya saat itu berbau hal-hal patriotik karena terpengaruh Perang Dunia I.
Walt Disney bersama temannya sesama kartunis, Ubbe Iwerks, sempat mencoba mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1920. Sayangnya, perusahaan itu tak bertahan lama. Dari bisnisnya yang gagal tersebut, Disney memutuskan bekerja di City Film Ad Company. Dari pekerjaan itulah, keinginan menjadi animator muncul dalam diri Disney yang kemudian mengembangkan minatnya di bidang animasi. Di pekerjaan ini, Disney sempat diperbolehkan meminjam kamera milik A.V.Cauger, pemilik perusahaan tempat Disney bekerja.

Walt Disney Productions akhirnya berdiri pada tahun 1923, hingga akhirnya berganti nama menjadi The Walt Disney Company hingga sekarang. Meski sempat menciptakan tokoh Oswald the Rabbit dan kehilangan hak terhadap karakter tersebut, Disney justru sukses dengan menciptakan karakter legendaris yang dicintai hingga sekarang, Miki Tikus. 🐭